Hasil cerita bareng anak2 di chat


Kirim topik baru   Balas ke topik   Printer-friendly version    students.stttelkom.ac.id Forum -> Sastra
Ke bawah?   Topik sebelumnya | Topik berikutnya  
avank_st3


Offline
 Judul: Hasil cerita bareng anak2 di chat PostPosted: 12th Maret 2006, 01:52

Quote:
Judulnya sih Apes
/me lagi pengen aja bikin cerita
tapi ga selesai euy
kehabisan ide

kalo mo ngelanjutin, sok atuh
sapa tau jadi film


Ken : “Damn! Susah amat sih ngerjain ini tugas. Udah 10 lembar gw bolak balik, selalu aja salah. Mana ga boleh tip-ex lagi. Emangnya enak. Udah ada komputer, masih aja ngerjain TP pake tulis tangan… Dasar asisten sialan!” (Ken langsung ngebanting pulpennya sampe terbang jauh 500 mm. Ngehayal banget…)

Doni : “Hehehe… sapa suruh ngerjain sekarang. Ntar malem aja, pasti ada MASTER.” (ini anak masih asik aja maen game DotA).

Speaker : Ma..ma..master KILL!!! (ceritanya echonya tinggi banget)

Ken : Sial, jago juga ini anak, suara hatinya Ken. “Yah, niat awal gw khan baik. Pengen nyoba ngerjain sendiri, sapa tau bisa. E…” (ga sempet diterusin, Mirza motong.)

Mirza : “E…..h, ternyata emang ga bisa.”, ga nyampe sedetik buku FISIKA melayang ke mukanya. Tapi bukan namanya Mirza kalo ga bisa ngelak. “Gak kena.. gak kena..”

Ken : “Tai lo!”, sambil berusaha mengejar Mirza.

Dan aksi kejar-kejaran pun dimulai. Langkah awal adalah kaki seribu, Mirza tampak kesulitan mengatur kecepatan di lorong kost yang lumayan sempit. Tabrak sana, tabrak sini. Gantungan handuk dan CD(ini celana dalam, bukan compact disk) berhamburan di lantai. Masuk kamar Udin, lagi rame. Masuk kamar Dadang, lagi nonton bokep. Kenapa ga masuk aja? Dadang lagi konak, bisa ngamuk itu anak kalo diganggu.

Jancuk! Ga bisa nonton, pikir Mirza.

Akhirnya turun ke bawah, berlindung dibalik motor.

Kondisi Ken tentu tak lebih baik dari Mirza. Di saat rasa dongkol yang menjelma ga terima diejek dengan hina, langkahnya untuk mengejar ketertinggalan membuat dirinya tak kuasa tuk menahan, (halah bahasa apa ini?). Pokoknya ga asik banget ngelompatin handuk berantakan, eh kaki nyangkut ke jemuran plastik. Otomatis tergelincir donk. Dan sialnya lagi, jatuhnya itu tepat nyium CD punya Hendra.

Amis!, pikir Ken. “Ndra, kalo nyuci yang bersih. Masa onani numpahin di CD?”, CD milik Hendra terbang dengan indah tepat bersarang di atas monitor.

“Ngapain lo nyium-nyium?”, Hendra malah teriak ga jelas. Sayangnya yang dituju telah berbelok di lorong.

Masa sih bau? Prasaan udah dicuci pake sabun, pikir Hendra. Sedikit demi sedikit, hidung Hendra mengarah pada CD. Dalam sekejap, wajah Hendra berubah.

Bau juga, pikir Hendra.

Kembali ke Mission Impossible yang selalu possible. Kali ini Ken menuruni tangga dengan loncatan per tiga anak tangga. 3..3..3..4… ups, ada aer. Kepleset deh. Kakinya sih ga apa-apa. Tapi pantat, wow. Sakit MAN!!!

Mirza yang di ujung sana hanya ketawa cekikikan ngeliat Ken terpeleset kesakitan.

Rasain lo, pikir Mirza. Tapi sedikit ada rasa kasihan ngeliat Ken ga bisa bangun sambil ngusap-ngusap bokongnya. Baru aja Mirza hendak melangkah. Ken berdiri lagi.

Hampir aja, pikir Mirza.

Ken mencoba mendekat walau bagian belakangnya masih terasa nyut-nyutan.

“Za, gw nyerah. Ga lagi deh. Se…es, aduh”, wajah memelas tampak dari air muka Ken.

Tak kuasa menahan iba, Mirza pun keluar dari tempat persembunyian, yang walaupun ga pantes disebut tempat bersembunyi.

“Hehehe…”, senyum lebar dan gerakan ular dari jari telunjuknya. “Kesian deh lo!”

Hap, telunjuk Mirza tertangkap. Tak ayal, Ken segera menekuk ke arah belakang.

“Adu..du..duh, sakit, Ken”, kali ini Mirza yang memelas.

Ken hanya diam dan menggiring tubuh Mirza ke kamar Sony. Meletakkannya di atas kasur dengan posisi terbaring pasrah. Dan pergulatan pun terjadi.Eit, ini bukan adegan yang seperti kalian pikirkan. Lihat kelanjutannya.

Sony yang tadi sedang nonton Naruto, tergugah hatinya tuk menjajal kemampuan Ken dan Mirza. Tubuh Sony pun menimpa dengan kasar tubuh Ken sambil berteriak, “Woi!! Dendeng Lapis… Dendeng Lapis…!”

Bak sebuah kode rahasia, seisi kost segera menghampiri kamar Sony. Satu per satu manusia penghuni kost menimpa 3 tubuh yang tergeletak di atas kasur. Andra, Gilang, Bustami, Poltak bahkan Gatot yang berbobot 100kg! Gila! Persis banget kayak roti lapis.
Tau ga suara apa yang keluar dari mulut Mirza. “Ampu…n, hee..ek”, persis kayak orang lagi ngejan di wc.

“Nyerah ga lo!, Nyerah… hee..ek, ga”, Ken pun mengalami nasib yang sama.

“Iya gw nyerah!”

Sayangnya, Gatot enggan beranjak dari tempatnya berbaring.

“Tot, udahan donk. Punggung gw sakit nih”, Sony akhirnya nyeletuk.

Masih saja Gatot bergeming. Kesal dengan tingkah Gatot, Bustami mengeluarkan jurus pamungkas. JURUS 1 JARI. Tepat mengarah ke daerah sensistif manusia, KETEK. Jurus ini kontan mengagetkan Gatot, sehingga memaksanya bergeser dari zona nyaman. Akhirnya, penderitaan ini pun selesai sudah. Masing-masing anak melangkah dengan gontai meliak-liukkan tubuh mereka yang kaku setelah melakukan Dendeng Lapis, suatu kondisi sangat biasa. Tak ada suara, cacian, bahkan rautan wajah penuh dendam sebelum akhirnya mereka tertawa terpingkal-pingkal dan berhambur ke luar kamar Sony kembali ke ruangannya masing-masing.

Bustami berujar, “Tot, lo pake Bayfresh ya? Kok bau buah?”. Gatot hanya tersenyum mengangguk.
Masih bingung, mengapa dinamai Dendeng Lapis? Dari judulnya aja udah ngerti khan?! OK, problem solved!

Bagaimana dengan Ken? Kali ini ia tidak beranjak ke kamarnya, melainkan melangkah ke luar seolah ada yang sedang menunggu di sana.

“Eh… Dita. Baru pulang nih?”, aksi ngeceng dimulai. Wajah berseri-seri tanda… Ah sudahlah, jangan dipikirkan.

DotA eh Dita hanya tersenyum, “Iya”, sambil berlalu melangkah dengan pasti, pasti cepatnya. Mana ada yang mau ngobrol ama orang yang bau keringat. Dan Ken emang lagi gerah akibat aksi tadi.

Yah, dia ngabur lagi. Gagal deh ngecengnya, pikir Ken.

Ken mengambil sebatang rokok dari saku celananya. Rokok itu patah, tapi tetep aja Ken keukeuh buat ngisap tu rokok. Bayangin dah! Hembusan asap ringan mengalir melalui hidungnya. Hhhe…h, Ken menghela nafas seakan telah tertimpa beban seberat 1 ton. Iringan tapak kakinya melaju sejalan dengan bayangan mentari. Entah sejak kapan ia telah berdiri di pinggir jalan Telekomunikasi. Tanpa sadar ia duduk di pinggir trotoar, sambil merokok tentunya.

Lama ia merenung, kejadian hari ini, kemarin, bulan lalu dan kembali ingatannya terbang mengisi indahnya waktu PDKT. Ini jelas bukan pendekatan, tapi Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi (ospek gt loh). Udah ah, ngapain mikirin begituan. Dimatikannya rokok, dan dicegatnya angkot Kalapa – Mengger. Ia pun naik, mengambil posisi paling belakangm dan… tertidur.

----------------------------»
http://avank.blogspot.com/
http://photo-newbie.blogspot.com/
http://photoshop-trik.blogspot.com/
Balas dengan quote
Naik?
Lihat user's profile Kirim pesan pribadi
kichung


Offline
 Judul: re: Hasil cerita bareng anak2 di chat PostPosted: 12th Maret 2006, 02:18

gw masih bingung ending critanya. Dari kosan kok tiba2 di atas angkot. /me bingung, pake wrap ya?
----------------------------»
HAI
Balas dengan quote
Naik?
Lihat user's profile Kirim pesan pribadi
avank_st3


Offline
 Judul: re: Hasil cerita bareng anak2 di chat PostPosted: 12th Maret 2006, 04:33

makanya blom selesasi
khan ntar dilanjutin seperti dalam rencana waktu chating

----------------------------»
http://avank.blogspot.com/
http://photo-newbie.blogspot.com/
http://photoshop-trik.blogspot.com/
Balas dengan quote
Naik?
Lihat user's profile Kirim pesan pribadi
avank_st3


Offline
 Judul: re: Hasil cerita bareng anak2 di chat PostPosted: 12th May 2006, 09:08

Lanjutin ah, walopun dikit doank

“Tolong…, jangan ganggu saya. Tolong… jangan ganggu saya. Lepasin! Tolo…ng!!!” Di luar angkot, tampak seorang gadis sedang dipaksa oleh dua orang pria.
Suara siapa tuh… kok kayaknya gw kenal. Jangan-jangan…!, “Dita! Tenang, Dit. Gw akan nolongin lo!”
Dengan sigap, Ken turun dari angkot. Membuka kemeja yang ia kenakan sehingga tampak huruf K besar terpampang dengan jelas diantara segi 5 terbalik. Susah ya nyebutnya, bilang aja mirip superman, cuman diganti hurup S jadi K. Ok, back to the topic! Secara serta merta, Ken menghampiri dua pria tak berwajah. Lha, kok? Namun, demi menolong pujaan hati, Ken bergegas melempar jauh dua pria tersebut. Sayangnya, Ken kurang kuat, jadi ia hanya membenturkan kepala mereka ke badan mobil. Lumayan untuk membuat mereka pingsan sesaat.
Setelah membereskan pengganggu, Ken menghampiri Dita, sang pujaan hatinya. Aneh, bukan senyuman yang didapat, melainkan tamparan. Sekali sih OK, tapi ini berkali kali… Bayangin coba? Kok, wajah Dita berubah jadi cowok?!
“A’.. a’... bangun a’…”
Menerima tamparan beruntun memaksa Ken untuk bangun. Olala, ternyata supir angkot. Kenyataannya tadi hanyalah mimpi.
“Punten a’. udah nyampe”, supir angkot tadi mencoba mengingatkan.
“Hah… udah nyampe? Nyampe di mana?”, dasar Ken. Rohnya belum balik.
“Udah di terminal, a’. Mau udahan”, logat sunda yang kental
“Oh…”, Ken pun beranjak turun dari angkot. Celingak–celinguk, kiri–kanan, benar-benar kayak orang linglung. Tanpa ekspresi segera beranjak menjauh dari angkot.
“A’, bayar dulu donk!”
“Oh, ya”, Ken berbalik dan menghampiri supir sambil merogoh saku celananya. Saku kanan terasa kosong. Saku kiri hanya segelintir uang logam. Rogoh lagi ke saku belakang.
Lha kosong! Dompetku hilang? O My God! Damn! Gimana nih?!, pikir Ken. “Bentar ya pak”, sambil sibuk merogoh ke sana sini.
Perlahan-lahan, air muka Ken berubah cemas. Panik ia meraba seluruh tubuhnya. Sampai akhirnya dia memutuskan berbicara, “Pak, saya ga ada duit. Dompet saya hilang. Mungkin tadi, dicuri waktu saya ketiduran”
“Jadi…?”, supir angkot mulai kesal dengan tingkah laku Ken.
“Jadi… ehmm…. Jadi…”, sambil celingak-celinguk, “Saya ga bisa bayar.”
“Trus…?”
“Ya… ga tau, Pak”
Supir angkot hanya bisa diam. Bukan sekali dua kali dia mengalami kejadian seperti ini. Lucunya, Ken juga ikut-ikutan diam. Persis kayak kambing congek (kalo ga pernah liat jangan maksa!).

----------------------------»
http://avank.blogspot.com/
http://photo-newbie.blogspot.com/
http://photoshop-trik.blogspot.com/
Balas dengan quote
Naik?
Lihat user's profile Kirim pesan pribadi
  
Kirim topik baru   Balas ke topik   Printer-friendly version    students.stttelkom.ac.id Forum -> Sastra Waktu adalah GMT + 7 Jam
Halaman 1 of 1
Anda tidak dapat kirim topik baru
Anda tidak dapat balas ke topik
Anda tidak dapat edit kiriman anda
Anda tidak dapat hapus kiriman anda
Anda tidak dapat memilih poling
Anda tidak bisa attach files
Anda tidak bisa download files

RDF/XML
Modified from phpNet © 2005 by students Crew