Longsor Intai KA Jalur Selatan

BANDUNG -- Animo masyarakat yang akan mudik Lebaran lewat jalur Selatan Pulau Jawa dengan kereta api (KA) cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan sudah maksimalnya pemesan tiket reguler jurusan timur sampai Surabaya, seperti untuk KA Turangga, Lodaya, Argo Wilis, dan Mutiara Selatan yang berangkat dari Stasiun Bandung, Jawa Barat.

PT KA Daerah Operasi (Daops) II Bandung pun menyiapkan satu KA tambahan, Pasundan II. KA kelas ekonomi ini akan diberangkatkan dari Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung. Di samping itu, proyek perbaikan jalur KA di wilayah Daops II Bandung, sudah tuntas sehingga rel bisa dilewati dengan kecepatan normal.

Namun, masalah tidak selesai sampai di situ, sebab terdapat sejumlah titik rawan longsor mengintai perjalanan KA pada sepanjang jalur selatan Jawa Barat, termasuk bagi KA dari arah Jakarta meenuju Bandung. Yaitu mulai Purwakarta, Bandung, Garut, hingga Tasikmalaya.

''''Musim mudik dan balik Lebaran nanti kemungkinan besar sudah memasuki musim penghujan. Untuk itu kami melakukan antisipasi di beberapa titik rawan longsor termasuk menempatkan petugas penjaga di sana,'''' kata Kepala PT KA Daops II Bandung, Eddy Djoko Sewojo, ketika dihubungi kemarin (25/9)

Ia mengungkapkan, di antaranya ada tiga titik paling rawan longsor, yakni pada jalur Purwakarta-Ciganea, Nagreg-Leles-Lebak Jero, dan kawasan Warung Bandrek-Stasiun Bumi Waluya. Daops II Bandung menjanjikan antisipasi pengawasan terus-menerus dan kesiagaan penuh petugasnya pada setiap lokasi rawan longsor untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Ada beberapa posko akan didirikan, di samping mengerahkan 106 juru periksa jalan. Langkah pengamanan ini terutama dilakukan pada saat hujan deras mengguyur lintasan rel di kawasan rawan longsor itu.

Selain itu, menurut Edy, beberapa titik rawan pencurian peralatan dan komponen rel juga tidak lepas dari pengawasan petugas. Di antaranya pada jalur Cikampek-Ciganea, Lebak Jero-Leles-Karang Sari, Cicalengka Nagreg, serta di kawasan Leles-Bumi Waluya.

''''Pencurian komponen rel itu antara lain penambat rel, bantalan serta baut sambungan rel. Juru periksa jalan meningkatkan intensitas pengawasannya itu baik dengan menggunakan lori maupun jalan kaki,'''' papar Eddy seperti dikutip Antara.

Waspadai jalan mulus
Dari Garut juga dilaporkan, tuntutan sarana jalan yang mulus tak bararti menjadi jaminan untuk kelancaran arus mudik Lebaran. Seiring langkah pembenahan yang mengarah pada kondisi fisik jalan yang enak untuk tancap gas, Polres Garut, mengingatkan pengemudi agar waspada saat melintas jalur lintas selatan yang mulus namun banyak tikungan, curam, dan licin.

Polres Garut memang menyiapkan pos khusus Operasi Ketupat Lodaya 2007 di sejumlah jalanan berbahaya. ''''Tapi kita juga minta kepada siapapun untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dan jangan ugal-ugalan ketika melintas di jalur selatan, khususnya di Kabupaten Garut,'''' kata Kepala Polres Garut, AKBP Eko Budi Sampurno, didampingi Kepala Bagian Operasi, Kompol Ade Najmullah.

Dari pantauan Republika, titik-titik yang tampak cukup berbahaya itu di antaranya di ruas jalan antara Nagreg-Limbangan. Di sini jalanan nampak naik-turun dan banyak tikungan tajam. Belum lagi ancaman aksi ugal-ugalan pengemudi. Di ruas ini, beberapa waktu lalu sempat menimbulkan tabrakan fatal antara dua kendaraan umum jenis elf versus bus yang merenggut puluhan nyawa manusia.

Jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat, mulai Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon, juga dikenal sebagai jalur tengkorak -- saking seringnya terjadi kecelakaan patal. Namun hingga kini, jalur yang banyak dilintasi kendaraan barang dan selalu dibanjiri pemudik Lebaran ini masih banyak mengalami perbaikan sehingga ancaman yang muncul lebih berupa kemacetan.

Kapolwil Cirebon, Kombes Bambang Puji Raharjo, menyebutkan, lokasi-lokasi rawan kemacetan di jalur pantura di antaranya disebabkan adanya aktivitas pasar tumpah dan belum selesainya upaya perbaikan jalan secara keseluruhan. Selain itu, lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan rumah makan juga turut menyumbang timbulnya ketersendatan arus lalu lintas.

''''Kita akan tempatkan banyak petugas di titik-titik rawan kemacetan itu,'''' tegas Bambang, didampingi Kasubag Lalu Lintas Polwil Cirebon.


Sniper Kawal Jalintim

PALEMBANG -- Para pemudik Lebaran yang melintasi jalan lintas Sumatra (jalinsum) dan jalan lintas Timur (jalintim) Sumatra diperingatkan untuk ekstra hati-hati. Sebab, jalur utama lalu lintas Sumatra ini selain rawan longsor dan kemacetan, juga sering menjadi sasaran empuk aksi kejahatan.

''''Di lokasi titik rawan kemacetan, longsor maupun tindak kejahatan lainnya, kami mengantisipasinya hingga kemungkinan terburuk dengan menempatkan pos, petugas patroli, termasuk sniper (penembak jitu). Tapi para pemudik tetap harus waspada,'''' kata Kapolda Sumatra Selatan, Irjen Ito Sumardi, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2007 di Mapolda Sumsel, kemarin.

Titik rawan gangguan kamtibmas di Sumsel tersebar pada ruas jalan antara Baturaja-Tanjungenim-Muarenim, Lahat-Musirawas (Mura), Kayu Agung-Mesuji, Pangkalan Balai-Betung, Betung-Bayung Lencir, Sekayu-Mura, dan Lahat-Pagaralam. ''''Semua kebutuhan yang berkaitan dengan keamanan akan dikerahkan, termasuk menempatkan sniper pada titik-titik yang dianggap rawan, bahkan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan pun akan dilakukan,'''' tandas Kapolda

Sumber : republika.co.id
Updated : 26 September 2007 15:21:42 WIB
Telah dikunjungi : 98 kali

Username:

Password:

Auto login
mo gabung?

Waktu sekarang:
12th Oktober 2007, 08:33
 
» Home
 
 
(Luqmanul Hakim)
Hikmah Hari Ini: "Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah".
add kata bijak