Mendengar Aktif

Kategori : Sosial Ekonomi dan Budaya Tanggal : 29 Desember 2007
Pengirim : yunia_r Rating :
Mendengar Aktif

Mendengar itu tidak cukup hanya dengan telinga. Karena pendengar yang aktif itu, kata para ahli, adalah kemampuan bagaimana kita memberikan respons terhadap suatu masalah yang dialami orang lain serta bagaimana mencoba memahami permasalahan tersebut. Mendengarkan tidak kalah penting dengan berbicara karena dapat memberikan manfaat bagi keberhasilan tugas dan penegasan terhadap sesuatu.

Untuk dapat berkomunikasi dengan sesama manusia kita harus belajar mendengarkan secara lebih efektif. Mendengarkan selain berguna bagi pengembangan diri sebagai manusia juga dapat menunjang keberhasilan akademi, sosial, dan profesi. Misalnya, seseorang dapat mengemukakan ide yang orisinal karena rajin mendengarkan pendapat orang lain yang kemudian disimpulkan menjadi ide baru. Begitu juga banyak dari kita melakukan kesalahan karena kurang mendengarkan penjelasan guru atau kita sering cekcok dengan ortu karena satu sama lain tidak mau saling mendengarkan.

Mendengarkan sebenarnya suatu proses yang cukup rumit karena melibatkan empat unsur, yaitu mendengar, memperhatikan, memahami, dan mengingat.

Hal-hal yang dapat menghambat mendengar secara aktif dan efektif, antara lain, karena kecenderungan kita untuk cepat menilai, mengevaluasi, menyetujui atau tidak menyetujui pesan-pesan yang disampaikan sumber berita. Dengan demikian, belum sempat kita memahami pernyataan atau ungkapan orang tersebut, kita sudah sibuk dengan apa yang terlintas dalam benak kita yang sesuai dengan dugaan atau harapan kita.

Memusatkan pendengaran dan mencoba memahami maksud pembicaraan orang lain berarti kita menahan kecenderungan untuk menghakimi atau menilai pesan tersebut. Hal ini dapat memperbaiki kemampuan individu untuk mendengarkan lebih efektif.

Merespons

Nah, setelah menjadi pendengar yang aktif tentunya kita juga perlu keterampilan lain, yaitu memberikan respons terhadap permasalahan orang lain. Tentunya diperlukan kemampuan untuk dapat membantu memecahkan masalah dan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang tersebut.

Yang perlu diingat adalah prinsip pertama dalam menolong orang lain memecahkan masalahnya dan memahami situasi yang membuatnya stres adalah mengingat bahwa semua pemahaman, keputusan dan solusi yang muncul dari orang itu sendiri, bukan dari kita. Seyakin apa pun kita bahwa kita tahu apa yang seharusnya dilakukan orang lain, tujuan kita membantu adalah untuk membantu mereka membuat keputusannya sendiri.

Prinsip kedua, dengan cara membedakan sudut pandang pribadi dan orang lain. Sebaiknya masalah orang lain dipandang dari sudut pandang orang yang bermasalah karena hal ini dapat mendorong kita merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan begitu, kita jadi tidak cepat menuduh, menilai, atau menghakimi orang lain.

Chatarina Wahyurini, PKBI Pusat
Accessed on December, 29th 2007
Available at http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/18/muda/2221118.htm

Beri nilai untuk artikel ini :  

 

Username / Email:

Password:

Auto login
mo gabung?
Lupa Password

Waktu sekarang:
13th May 2008, 07:54
 
» Home
 
 
dari seseorang dan gw edit,,
Orang yang sukses adalah orang yang MEMIKIRKAN apa yang sedang ia kerjakan dan MENIKMATINYA...!!!
add kata bijak