TERUS SAHABATAN ATAU...?
by cocomeo on 9 Februari 2008
Getar-getar itu... Menjaga hubungan persahabatan bakal sulit banget kalau kita atau si dia menyimpan perasaan cinta. Sebagai sahabat, pastinya urusan pacar jadi bahan cerita dan curhat, dong. Nah, bayangkan seandainya kita harus mendengar betapa asyik dan pengertian pacarnya. Sementara diam-diam kita naksir padanya, hiks, pasti sakit hati. Gawatnya, nih, jika sudah bermain perasaan, kita nggak bisa lagi menilai secara objektif. Jika sahabat bermasalah dengan kekasihnya, kemungkinan besar kita akan mendorong mereka putus saja. Dia cerita kalau lagi naksir cewek, kita berusaha menjatuhkan cewek itu di depannya. Sebagai sahabatnya, kita sudah berlaku nggak adil. Apa masih layak kita disebut sahabat sejati? Untuk alasan itu, sebaiknya kita jujur pada diri sendiri dan sahabat bahwa kita jatuh cinta padanya. Risiko ditolak dan kehilangannya pasti ada, tapi percaya, deh, lebih baik sakit sekali daripada terus-terusan menderita. Terima resiko Seandainya kita sudah bulat tekad untuk 'menembak' sahabat, pastikan kita juga siap menerima risiko. "Sahabatan aja, yuk!" Pasti sedih banget kalau ternyata dia nggak menyimpan rasa yang sama dengan kita. Biasanya cowok cenderung menjauh atau setidaknya jadi jaga jarak. Jika hal ini yang terjadi, nggak perlu menyesal. Nggak perlu juga mengejar-ngejarnya atau menarik lagi pernyataan sayang kita. Sikap terbaik justru merelakannya pergi. Lewat waktu bukan mustahil kita bisa bersahabat lagi, kok! "Kamu bercanda, ya?" Siap-siap, deh, ditertawakan olehnya, apalagi kalau sahabat kita tipe cowok cuek yang jarang banget menggunakan perasaan. Namun jangan berkecil hati. Bisa jadi pernyataan kita akan membuatnya lebih 'melek' bahwa kita ini juga high quality jomblo.
Sumber : www.citacinta.com
|
|
|