BANDUNG, (PR).-
Prospek industri infokom di Indonesia masih terbuka luas. Diperkirakan, kebutuhan
profesional di bidang infokom akan mencapai 320.000 orang pada tahun 2010 nanti.
Dengan demikian, kebutuhan profesional di bidang ini pun mencapai angka yang tinggi.
Namun, hingga saat ini, profesional yang bisa memenuhi kebutuhan industri infokom masih
terbatas.
Karena prospek yang cerah ini diharapkan kelak lulusan infokom kita bisa mengisi
pembangunan industri infokom di Indonesia, kata Direktur Utama PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk (PT Telkom), Rinaldi Firmansyah pada peluncuran Politeknik Telkom di Telkom
Pusat, Jalan Japati Bandung, Kamis (27/9).
Rinaldi mengatakan, dalam dunia teknologi informasi telah terjadi perubahan orientasi.
Peran serta Telkom di bidang pendidikan pun dituntut untuk terus meningkat. Terjadi
perubahan orientasi dari supply driven industry menjadi demand driven industry.
Artinya, nilai dan inovasi teknologi informasi ditentukan pelanggan, katanya.
Oleh karena itu, perubahan ini menuntut kreativitas dari profesional di bidang infokom.
Diharapkan dengan adanya lembaga pendidikan infokom yang berkualitas akan tercipta
profesional muda yang ikut berperan serta dalam pembangunan infokom di Indonesia.
Rinaldi berharap, Politeknik Telkom ini akan menjadi barometer perkembangan lembaga
tinggi vokasional guna meningkatkan daya saing lulusan infokom di tingkat global.
Ketua Yayasan Pendidikan Telkom, Hery Kusaery mengatakan, Politeknik Telkom memberikan
kepastian bagi siswa NTC dan Program Profesional STT Telkom untuk melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi.
Mahasiswa yang ikut kuliah berasal dari lulusan NTC dan Program Profesional STT Telkom.
Model pendidikannya fokus pada bidang infokom yang berorientasi menciptakan lulusan yang
langsung diserap industri. Dengan demikian, gap antara industrial
requirement dengan kompetensi lulusan bisa sangat minim, katanya. (A-155)*** |